11 Jan 2013

Puji kebebasan Pers di Indonesia

Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memuji kebebasan media dan pers di Indonesia yag menurutnya lebih baik ketimbang di 'Negeri Jiran'.

Menurutnya, itu merupakan buah peristiwa Reformasi 1998 yang membuat kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia mengalami kemajuan hingga saat ini.

"Di Indonesia yang sudah mengalami reformasi maka wajar kalau penerapannya sudah lebih dulu. Oleh karena itu Indonesia harus pertahankan semangat kebebasan media," urainya saat menghadiri Diskusi Forum Pemimpin Redaksi di Jakarta, Kamis (10/1).

Namun, ia berharap kebebasan pers dan demokrasi berjalan beriringan. Menurutnya, demokrasi tidak berjalan jika perbedaan pandangan dan pendapat tidak diizinkan.

Kebebasan pers di suatu negara dikatakan Anwar mencerminkan proses jalannya demokrasi di negara tersebut.

"Kebebasan media dan pers hanya berlaku di negara yang pemerintahnya menyadari ada batas kuasa di mana dia tidak bisa melarang kebebasan berbicara," ujarnya.

Maksud kebebasan media tentunya memberi ruang kepada jurnalis dan tidak menekan dan ditekan. Pemahaman akan hal ini ditunjukkan dengan bagaimana memberikan ruang kepada pers dalam menyuarakan ide dan fakta kepada masyarakat luas.

"Tanggung jawab kita dalam kebebasan media tentunya adalah dengan memberikan ruang dengan ikhlas dan benar tanpa pengaruh dari luar," tambah suami Wan Azizah Wan Ismail itu.

Dia menuturkan di dunia barat ada hipokrasi atau kemunafikan yaitu katanya memberikan kebebasan kepada media tapi ternyata tidak karena media dan pers banyak dikontrol orang kaya, kekuasaan dan cukong.

"Di Amerika, media dimiliki oleh pengusaha dan konglomerat yang memberikan pengaruh kepada sedikit atau banyak orang. Selepas runtuhnya tembok Berlin yang menang adalah ide tentang kebebasan," kata Anwar.

Para pemimpin redaksi dan editor diminta mempertahankan semangat itu. Media juga jangan sampai mewakili kepentingan segelintir elit politik namun juga harus memberi ruang cukup untuk aspirasi rakyat.

Pemerintah harus menjamin kebebasan pers dalam memberi ruang kepada media untuk berkembang.

Pemimpin partai oposisi Malaysia ini datang ke Jakarta dalam rangka memenuhi undangam Forum Pemred. Forum ini beranggotakan para pemimpin redaksi dari berbagai media di Indonesia yang memiliki pandangan untuk saling bertukar pikiran juga dengan mengundang para tokoh besar.

Sumber

Malaysia dan Indonesia bisa jadi sahabat sejati

Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yakin sentimen hubungan Indonesia-Malaysia bisa diselesaikan dengan baik. Ia pun percaya kedua negara tersebut akan menjadi sahabat sejati.

"Saya yakin dan Insya Allah permasalahan bisa diselesaikan dengan baik. Tidak mungkin bisa selesai semua secara langsung, namun kita bisa turunkan ketegangan antara kedua negara untuk menjadi sahabat sejati," kata Anwar seusai Diskusi Forum Pemimpin Redaksi di Jakarta, Kamis (10/1).

Menurut Anwar, sentimen yang terjadi bukan pada perbedaan rumpun bangsa, melainkan kesalahpahaman dalam menanggapi suatu persengketaan yang sebenarnya bisa dibicarakan secara baik.
 
Ia ingin masyarakat Indonesia menahan diri untuk tidak membakar bendera negara Malaysia terkait persengketaan yang terjadi di antara kedua negara.
 
"Kalau warga Indonesia membakar bendera, maka itu akan melukai hati sejumlah rakyat Malaysia yang sebenarnya tidak mendukung sikap yang diambil pemerintah," kata Anwar.
 
Dia berharap masyarakat Indonesia dapat menyampaikan rasa kekecewaan melalui pengiriman nota protes atau upaya diplomatis yang legal.

"Jadi saya harap ada pendekatan yang lebih baik untuk menolak. Saya juga terkadang kesal terhadap sesuatu namun tidak membakar bendera," ujar Anwar.
 
Dalam kesempatan itu Anwar juga mengatakan pihaknya berniat memperbaiki sistem penyaluran Tenaga Kerja Indonesia yang selama ini sering bermasalah.

"Ada hal yang lebih penting. Soal TKI yang menjadi isu bersama. Saya menolak penghinaan, perkosaan, dan hukum cambuk kepada mereka karena itu melanggar prinsip kemanusiaan. Tidak boleh ada anak Melayu, Indonesia, China, India yang bisa diperlakukan seperti itu," pungkasnya.

9 Jan 2013

Pencuri pecah kaca diringkus polisi

Agung Saputra (32) bersama Muhammad Saiful Rizal (22), pencuri spesialis barang yang ditinggalkan pemiliknya di dalam mobil diringkus polisi. Dalam melakukan aksinya, kedua pencuri ini menggunakan pecahan keramik busi yang dilumuri air ludah dan dilemparkan untuk memecahkan kaca mobil.

"Dari keterangan pelaku, busi itu dilumuri air ludah, yang diyakini jika basah akan lebih efektif untuk memecahkan kaca," ujar Kapolsek Bandung Kidul Kompol Asral Bakar di Mapolsek Bandung Kidul, Selasa (8/1).

Tetapi aksi yang dilakukan pelaku pada mobil Avanza di Jalan Buanasari IV No. 10 A 08/04 Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung, berhasil dihentikan warga.

"Jadi pelaku tertangkap basah saat melakukan aksinya oleh petugas serta warga," ujar dia.

Incarannya adalah mobil yang terparkir di tempat sepi. "Mereka beraksi antara jam 13.00 WIB sampai jam 17.00 WIB saat-saat jam makan siang atau pulang kantor," ungkapnya.

Hasil pengembangan pelaku, diketahui bahwa keduanya sudah beraksi lebih dari 10 kali. Pekerjaan itu tak cukup sulit bagi pelaku asal Sidoarjo Jawa Timur itu, dalam 2-3 menit sejumlah barang bisa menjadi miliknya saat beraksi.

Pengakuan tersangka, bahwa dirinya sudah beraksi selama satu bulan ke belakang. "Saya baru 1 bulan melakukan aksi ini, saya biasanya beraksi sama F (DPO) dan diajarin modus pecah kaca sama dia, dia (F) sudah lebih berpengalaman sebelumnya," ucap Muhammad Saiful Rizal.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 1 buah laptop Toshiba, 1 buah notebook merek HP, 6 buah handphone berbagai merek, dua buah kamera DSLR merek Canon 60D dan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX yang dipakai untuk beraksi.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 jo 53 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Dalam pasal itu, pelaku diancam hukuman 5 tahun penjara.

Kini pihaknya masih melakukan pencarian kepada F yang merupakan etua geng dari tindak kejahatan tersebut.

Sumber

STATUS FB TERBAU 2015